Catatan akhir tahun

on Minggu, 03 Juni 2012


“Teng,teng,teng,teng . . . . “ suara bel istirahat pun berbunyi
”Plak,plak,plak,plak . . . . “ suara kakiku menuju lapangan
”Trak,trak,trak,trak . . . . “ (bunyi bola basket yang sedang dimainkan dino)
Aku berkata ,”dino oper bolanya ke aku” (Dino pun mengoper bola basketnya ke saya). Lalu aku pun mendrible bolanya kering dan melakukan lay up “Dar .... “ (bolanya pun masuk). Aku berkata ,” yeah . . . . “.
           
            1 bulan kemudian, dimana saat itu aku lagi berselimut seragam putih biru dan duduk manis di kelas IX.2. Teringat pengalaman terindah dan SMP Negeri 15 Palembang menjadikan sebuah monumen ingatan saat bersama mereka semua. Keluargaku ke 2. Waktu semakin berputar dan kami pun sebentar lagi berpisah.
Aku berkata ,’’ Wah . . . gak lama lagi ni teman kita berpisah (sambil tersenyum).
Irawan dan hafis pun berkata ,’’ hahaha . . . iya ni kalu berpisah jangan sombongnya teman”.
“Pastinya teman, ucap alvin,septa, dan rif’at ”. (sambil tertawa)
           
            Tiga hari kemudian.
“Huhhh aku gugup datang ke acara perpisahan, kataku” (sambil membenarkan jas yang terlipat).
“ Plak,plak,plak,plak . . . . “ bunyi kaki ku saat di depan gedung patra ogan.
“Hey, kak dedi keren nian kau, ucap adik kelas ku”
Aku pun berkata ,” iya iyalah “ (sambil tersenyum)
Tak lama kemudian. Kami pun pulang kerumah masing-masing.

            Waktu terus berputar. Hari kelulusan SMP.
“Dek,dek,dek,dek . . . . “(bunyi jantungku yang gugup)
”Dedi wijaya kusumah, kata ibu yuliar” ( aku pun maju kehadapannya).
“Maaf dedi kamu . . . LULUS, ucap ibu yuliar” (sambil memberi selamat).
Akupun berkata ,” yeah . . . “ (sambil loncat dan menyalim tangan ibu yuliar).

            Tinggal yang tersisa memori ingatan tentang mereka yang berawal dari monumen ingatan dan diakhiri dengan memori ingatan.

Waktu pun terus berganti detik, detik pun menjadi menit, menit bergerak menjadi jam. Hari pertama saat menggunakan seragam putih abu-abu. Dan aku pun menginjakan ke monumen yang baru. Mungkin aku mengalami sebuah penurunan mental. Tapi waktu menjawab itu hanya sementara dan seminggu mos aku merasa sma itu awal dari sebuah kedewasaan.

Waktu terus berganti.
Terukir lagu memori ingatan yang baru. Saat itu xschool basket, futsal , dan paskib di pilih menjadi suporter sea games.
“Yang xschool basket, futsal, dan paskib diharapkan kumpul di hol”. (terdengar dikupingku dari sebuah mikrophone sekolah).
“Plak,plak,plak,plak . . . “ (akupun bergegas kesana).
Buk yani berkata ,” kita ni bentar lagi nak sea games jadi pemerintah menyuruh sma 19 palembang ini menjadi suporter thailang” (dengan raut muka yang tegas).
“nanti kalian akan diberikan uang transport, ucap pak okta”.
Kami pun merasa senang bisa dipilih jadi suporter.
“ Horee . . . , teriak sandi “ (sambil tersenyum).
“ Hahaha bisa libur sekolah donk, ucap adam “ (sambil tertawa).
“ Hahaha , tawaku dengan keras”

            Hari pertama setelah pembukaan sea games. Peristiwa memori ingatan pun mulai di tanamkan. Mulai saat itu aku dan teman-teman bersorak ria menjadi suporter thailang namun walaupun kami suporter thailand hati kami tetap indonesia.
            Ketika di suatu jalan di JSC.
SPG JSC berkata ,” mengapa kalian mau menjadi suporter thailand dibayar berapa kamu ?” (dengan suara yang keras dan menantang).
” Kami jugo dak galak mang jadi suporter thailand tapi apa boleh buat ini perintah dari pemerintah kami hanya melakukannya dengan profesional, lontaran suaruku yang sedang marah”
           
            Matahari pun lebih terik memancarkan panasnya.
Terkadang kami dukung thailand, terkadang juga kami dukung indonesia.
“Thailand suzu,thailand suzu , suport kami buat thailand”
” Indonesia, indonesia, indonesia ,teriakan semangat untuk garuda merah putih”.
Indonesia pun mendapat juara satu di sea games kali ini.

            Berlanjut dimana saat pembagian rapot.
Buk sinorita berkata ,” Nak rapot kamu dak katek yang dapat di karenakan kompen”.
“ Hah , rasa kecewa aku dan seluruh teman-teman kelasku”.
Dan kami pun menerima konsekuen yang harus kami lakukan.

            31 desember 2011, pukul 11 tepat.
“ Yuk dewi jagungnyo nak pedes apo idak ? , kataku”
“Pedes be dek , ucap yuk dewi” (sambil bermain gaplek).
“Nah jagungnyo yuk , ucapanku”
Kak gama berkata ,” Dek nak melok dak maen gaplek”.
”Boleh kak , kataku” (sambil tersenyum).
            Tidak lama kemudian.
“Bosen ni udah lama maen gaplek mulu, kata yuk nani”.
“Peh kito ke gor be yok sekalian hidupke kembang api, lontaran kataku”.
“Payok . . . , kata kak gama, yuk dewi, dan yuk nani”
            Sampailah di gor.
“Wah sudah hitung 10 detik buat pergantian tahun tuh, kataku”.
”Iya dek, kata kak gama”.
Yuk dewi berkata ,”ayo hidupin kembang apinya”
”iya, kataku”(sambil menghidupkan kembang api).
“Ciuhhhh,Darrrr Ciuhhh,darrrr” (suara kembang api yang besar).
”Selamat tahun baru 2012, teriakanku dengan kuat”
            kami pun pulang kerumah dengan senang.
Pergantian tahun telah berlalu. Dan kututup tahun 2011 ini dengan cerpen yang kubuat dan ku posting di blog dengan rasa senang dan haru tawa canda air mata mengalur di cerita ini.