Ada satu hal yang selalu dianggap remeh dan kebanyakan sering tidak
dilakukan oleh penikmat-penikmat basket, yaitu stretching (peregangan).
Situasi seperti ini tak hanya ditemui pada pemain-pemain amatir yang
bermain seminggu 1x atau 2x, bahkan pada beberapa pemain profesional pun
stretching masih dianggap beban, bukan keperluan. Padahal ada banyak
manfaat yang sangat besar dari stretching ini.
Maka dari itu menyambung tulisan Asep sebelumnya tentang urutan persiapan yang baik, yaitu warm up dulu baru stretching, akan saya bahas mengenai stretching lebih lanjut.
Berbicara tentang stretching, berarti kita berbicara tentang
fleksibilitas. Fleksibilitas termasuk salah satu komponen fisik tubuh
kita. Dengan komponen-komponen lainnya, ia membentuk kemampuan fisik
kita. Komponen lainnya meliputi (mohon maaf saya pakai bahasa Inggris
karena belum menemukan padanan kata-katanya) strength, power, speed, endurance, balance, coordination, agility, dan skill.
Fleksibilitas biasanya didefinisikan sebagai seberapa luas jangkauan
gerakan dari sebuah sendi, contohnya seberapa sudut yang bisa dibentuk
oleh lutut dari 0 derajat hingga menekuk maksimal. Saat melakukan
stretching, yang menjadi target kita adalah otot.
Otot yang terlalu kaku dan terlalu kencang membatasi jangkauan
gerakan kita dan menghambat kerja otot, akibatnya performance juga tidak
bisa maksimal. Pada beberapa kasus, kurangnya fleksibilitas merupakan
faktor utama dari nyeri sendi dan otot. Hal ini bisa dicegah+diatasi
dengan rutin melakukan stretching.
Dengan stretching yang benar, minimal ada 4 manfaat yang dapat diperoleh: jangkauan gerakan yang lebih luas, power yang meningkat, berkurangnya kelelahan, dan berkurangnya nyeri otot setelah aktivitas.
Dengan fleksibilitas yang baik, jangkauan gerakan menjadi lebih luas,
yang artinya langkah lebih panjang, ayunan lengan lebih lebar. Dengan
fleksibilitas yang baik, panjang serat otot menjadi meningkat, sehingga
bisa berkontraksi lebih jauh, power pun meningkat. Dengan stretching
yang baik, serat otot melonggar sehingga memudahkan sirkulasi darah
untuk masuk, mempermudah perbaikan sel, membuang produk-produk sisa
sehingga mengurangi nyeri dan kelelahan.
Lalu bagaimanakah stretching yang benar itu? Kalau pertanyaannya
begini, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama soal teknik
yang digunakan, yang kedua soal aturan umum saat melakukannya. Soal
teknik, secara garis besar ada 2 teknik yang bisa digunakan yaitu static
stretching dan dynamic stretching. Static stretching adalah stretching
yang dilakukan tanpa bergerak, ini adalah stretching yang umum
dilakukan. Sedangkan dynamic stretching adalah stretching yang dilakukan
dengan bergerak. Dynamic stretching sangat baik dilakukan sebelum
berlatih, sementara static stretching sangat baik dilakukan setelah
berlatih. Bagaimana cara melakukannya? Bisa dicari di youtube dengan
keyword static stretching for basketball dan dynamic stretching for
basketball :)
Aturan umum yang perlu diperhatikan saat melakukan stretching ada beberapa, yaitu:
1. Lakukan pemanasan sebelum stretching.
2. Stretchinglah sebelum dan sesudah latihan
3. Stretchlah grup-grup otot yang besar dan grup-grup yang berlawanan. Contohnya stretch otot paha depan dan paha belakang.
4. Stretch lah dengan lembut dan perlahan.
5. Stretch hanya sampai titik tegang, jangan sampai sakit.
6. Tahan stretching kurang lebih 20-30 detik.
7. Mulailah dari tubuh atas ke tubuh bawah atau sebaliknya, agar tidak ada yang terlewati.
Sekian dulu dari saya, mohon maaf atas salah kata, semoga bermanfaat.
Sampai ketemu di Hoopshealth selanjutnya. Mari kita meregang
bersama-sama :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
About Me
Wong lihat blog aku :D
Dedi wijaya kusuma. Diberdayakan oleh Blogger.
Pengikut
Free Music at divine-music.info


0 komentar:
Posting Komentar